Weblog

Tuesday, 14 July 2009

  • cuma kaos irsan saja

    kira-kira kalau dibikin kaos bagus ga ya?


  • PEMIKIRAN SOSIOLOGI IBNU KHALDUN DAN KARL MARX

    I. PEMIKIRAN IBNU KHALDUN
    A. Riwayat Ibnu Khaldun
    Abd al-Rahman ibn Khaldun lahir di Tunis pada awal Ramadhan 732 H atau
    27 Mei 1332. seperti halnya kebiasaan pada waktu itu, ayahnya adalah guru
    pertamanya, dan mempelajari bahasa pada sejumlah guru, yang terpenting ialah Abu
    Abdillah Muhammad ibn al-Arabi al-Hashayiri dan abu abdillah Muhammad ibn
    Bahr, ia mempelajari Fiqh, dan ilmu ilmu lainnya seperti Filsafat, Teologi, Logika,
    ilmu alam, Matematika, Astronomi.1
    Setelah berusia 20 tahun ia beralih kedalam kencah politik, yang penuh
    pergolakan yang mewarnai Maghrib ketika itu, dan diangkat menjadi anggota majlis
    ilmu pengetahuan dan menjabat “kitabah” di maghrib oleh Abu Inan yang menjadi
    raja pada waktu itu, karena kedekatan antara keduanya. Lalu ia pindah ke kota kairo,
    dan mengajar di masjid Al-azhar, karena ia pandai dalam mendekati penguasa, maka
    ia diangkat menjadi pengajar di perguruan al-Qamhiah, dan kemudian diangkat
    menjadi hakim agung mahzab malikiyah, dan ia memangku jabatan ini sebanyak tiga
    kali sampai akhir hayatnya dan dimakamkan di kairo
    Ibnu Khaldun meninggal dunia pada usia tujuh puluh empat tahun, selama 24
    tahun dimesir ia merivisi karya besarnya al-‘ibar, dan memperluas penjelasannya,
    maka bila diklasifikasikan, fase kehidupannya terbagi dalam 4 fase yaitu :2
    1. Fase studi hingga berusia 20 tahun, dan ia lalui di tunis
    2. Fase berpolitik, yang berlangsung selama 20 tahun
    1 Dr.zainab al-Khudari, op cit., h10
    2 op cit., h 20
    1
    3. Fase pemikiran dan kontemplasi di benteng Ibn Salamah, dan berlangsung 4
    tahun saja
    4. Fase dalam mengajar dan peradilan, yaitu ketika di Tunis maupun di Kairo,
    dan ini ia lakukan sampai meninggal dunia
    B. Karya karya Ibnu Khaldun :
    a. Kitab ‘itibar wa diwan al-Mubtada
    b. Al-Muqaddimah
    c. Al-Ta’rif bi Ibnu Khaldun wa rihlatu gharban wa syarqan
    d. Lubab al-Muhashshal fi Ushuluddin
    e. Syifa ‘al syail li Tahdzib al Masail
    C. Sosiologi Ibnu Khaldun
    Mengapa sebagian besar peneliti mendudukannya sebagai ahli sosiologi ?
    karena ditemukannya muqaddimah pada abad ke19 dan diterjemahkan kedalam
    bahasa eropa, yang ketika itu sedang menggandrungi sosiologi, maka perhatian
    sejumlah ilmuan barat terarah kepada segi segi yang sama antara masalah yang
    diutarakan dan dibahas mereka dan masalah yang dikemukakan Ibnu Khaldun.
    Sebagaimana diketahui bahwa ia adalah pengasas sosiologi, karena dalam
    berbagai kitabnya, yang terutama dalam muqaddimahnya ia mengkaji “realitas
    realitas al-‘umranal-basyari” atau keadaan kemasyarakatan manusia, yang mana
    keadaan tersebut dinamakan “fenomene fenomena sosial”, dan inilah yang
    merupakan objek pembahasan sosiologi. Sebagaimana perkataannya dalam
    muqaddimah3 “Ketahuilah bahwa sejarah adalah catatan tentang masyarakat ummah
    manusia atau kebudayaan dunia, tentang perubahan perubahan yang terjadi pada
    watak masyarakat itu, seperti keprimitifan, keramahtamahan, dan solidaritas
    kelompok; tentang revolusi revolusi dan pemberontakan pemberontakan oleh
    sekelompok masyarakat melawan sekelompok masyarakat yang lain, yang berakibat
    3 Dr. Zainab al-Khudari. Op cit., 69
    2
    timbulnya kekuasaan kekuasaan baru dengan berbagai macam peringkatnya; tentang
    macam macam kegiatan dan kedudukan orang, baik untuk mencapai penghidupannya
    maupun dalam bermacam macam cabang ilmu pengetahuan dan keahlian dan pada
    umumnya tentang segala perubahan yang terjadi dalam masyarakat kerena watak
    masyarakat itu sendiri….)
    Adapun metode yang ia gunakan dalam mengkaji fenomena fenomena sosial
    adalah metoda yang ilmiah, karena dalam mengkaji bidang ini (fenomena) sosial ia
    selalu bertanya “mengapa” dan ia jawab pertanyaan ini dengan ungkapan ungkapan
    yang dimulai dengan “sebabnya ialah” atau “hal ini terjadi karena”, pertanyaan itulah
    yang membentuk sosiologi dan metode yang digunakan adalah bercorak
    experimental, dan yang lebih fenomenal adalah perkataan N.Schmidt, dalam
    karyanya Ibnu Khaldun : Historian, Sosiologist, and Philosopher “ ia adalah seorang
    pemikir seperti halnya Comte, Thomas Mann, dan Spencer, ia mengemukakan
    sosiologi yang lebih maju sampai kebatas yang tidak dapat dicapai Comte sendiri
    pada penggal pertama ke19, andaikata para pemikir yang telah menyusun kembali
    sosiologi menelaah muqaddimah Ibnu Khaldun dan menimba kenyataan kenyataan
    yang telah ia singkapkan dan jalan yang telah ditemukan si jenius arab itu pada masa
    jauh sebelum mereka, niscaya mereka akan mempu mengemukakan ilmu baru ini
    lebih cepat.4
    D. Ekonomi dalam pandangan Ibnu Khaldun
    Sebagaimana kita ketahui bahwa fokus kajian Ibnu Khaldun adalah manusia5
    maka ia berpendapat bahwa antara satu fenomena sosial dengan fenomena lainnya
    saling berkaitan, dan fenomena ekonomi memainkan peranan yang penting dalam
    perkembangan kebudayaan dan mempunyai dampak yang besar atas eksistensi negara
    dan juga ia memandang faktor ekonomi sebagai faktor yang terpenting dalam
    pergerakan sejarah.
    4 Dr. Zainab al-khudari, op cit., 75
    5 Umar Chapra, The future of economics, SEBI 2001., h 151
    3
    Ibnu Khaldun telah mengkhususkan di dalam muqoddimahnya dalam bab ke
    lima dalam kajian “Penghidupan dengan berbagai segi pendapatan dan kegiatan
    ekonomis, dia juga mengkhususkan dalam kajian aspek-aspek ekonomis, seperti
    perkataan Muhammad Hilmi Murad dalam simposium tentang ibnu Kholdun
    mengatakan, bahwa Ibnu Kholdun adalah pengasas ilmu ekonomi karena karyakaryanya
    yang berbentuk ilmiyah dibandingkan para pemikir Yunani dan Romawi
    yang hanya memasukkan masalah ekonomi dalam kajian hukum dan moral.
    Ibnu Kholdun bukan hanya seorang perintis di bidang ilmu ekonomi tetapi
    juga pendapat-pendapatnya terdapat dalam ekonomi sosial yang menarik sekali
    karena ia telah menyadari adanya dampak besar faktor-faktor ekonomi terhadap
    kehidupan sosial dan politik sebagaimana pendapatnya : “Perbedaan sosial diantara
    masyarakat timbul karena perbedaan aspek kegiatan produksi mereka dan
    pendapatnya yang lain yang terdapat dalam muqaddimah yang menerangkan
    pentingnya aspek ekonomi sebagai berikut “Perbedaan keadaan berbagai generasi
    timbul karena perbedaan pendapatan dalam penghidupan mereka. Tolong menolong
    yang dilakukan masyarakat desa dimaksudkan untuk menghasilkan keperluan hidup
    yang mula-mula mereka lakukan adalah hal-hal yang primer, baru kemudian hal-hal
    yang sekunder. Di antara mereka ada yang mencurahkan tenaganya dalam pertanian,
    penyebaran benih-benih tumbuh-tumbuhan dan becocok tanam. Sebagian yang lain
    memelihara ternak seperti domba, lembu, kambing, lebah dan ulat sutra, dengan
    tujuan untuk mendayagunakan hasilnya”. Maka jelaslah pendsapat Ibnu Kholdun
    dalam hal ini bahwa aspek ekonomilah yang menentukan watak kehidupan sosial dan
    faktor ekonomi berperan penting dalam menginterpretasikan sejarah.
    Diantara hukum hukum yang mengendalikan perkembangan ekonomi
    menurut Ibnu Khaldun adalah :
    1. Hukum pembagian kerja
    Dimana bahwa manusia sebagai individu, mengakui akan kelemahannya dan
    harus bekerja sama dalam menanggung beban hidupnya, maka jelaslah bahwa faktor
    4
    utama yang membuat manusia mampu dalam menanggung kehidupan sosial adalah
    kerja sama ekonomis. Dan kerja sama ini sendiri diperlukan karena adanya
    pembagian kerja, sebagaimana yang diutarakan Imam ali R.A “Ketergantungan
    barbagai macam kelas dalam masyarakat, ini menunjukan kesejahteraan dan
    kemakmuran ekonomi suatu kelompok masyarakat merupakan kunci keberhasilan
    ekonomi kelompok lainnya”.6
    2. Teori nilai
    Sebagaimana yang dikemukkan dalam muqaddimahnya dengan salah satu
    judulnya “ Bahwa realitas rezeki dan pendapatan dan uraian tentang keduanya serta
    pendapatan adalah nilai kerja manusia”: “Oleh karena itu keuntungan hanya dapat
    diperoleh dengan usaha dan kerja…. Ini jelas sekali dalam industri industri dimana
    faktor kerja jelas kelihatan. Demikian halnya penghasilan yang diperoleh dari
    pertambangan, pertanian atau peternakan, karena kalau tidak ada kerja dan usaha
    maka tidak akan ada hasil keuntungan…”
    3. Teori Harga
    Yang mengendalikan harga menurut Ibnu Khaldun adalah penawaran dan
    permintaan, jadi bilamana permintaan meningkat, harga pun akan meningkat pula.
    Dan jika permintaan menurun maka harga pun akan menurun pula, dan ia
    mengkhususkan hal ini dalan sebuah pasal “tentang harga di kota”.
    4. Faktor faktor produksi
    Apakah yang menjadi faktor faktor produksi menurut Ibnu Khaldun?, faktor
    faktor produksi yang selalu ada adalah alam, pekerjaan, dan modal yang terbentuk
    dari dua faktor sebelumnya, dan urutan ketiga dari faktor ini selalu berubah rubah
    dari masa kemasa.
    6 Adiwarman Karim, pemikiran ekonomi islam, IIT, 2001., h 77
    5
    2. PEMIKIRAN KARL MARX
    A. Riwayat Marx
    Mark dilahirkan di Trier Jerman di daerah Rhain pada tahun 1818 ayahnya
    dan Ibunya berasal dari keluarga Rabbi Yahudi tetapi ayahnya memperoleh
    pendidikan sekular dan mencapai kehidupan Borjuis sebagai seorang pengacara, dan
    kemudian dalam kehidupan marx menekankan bahwa kepercayaan agama tidak
    memberikan pengaruh paling penting terhadap perilaku tetapi sebaliknya kepercayaan
    agama mencerminkan faktor-faktor sosial ekonomi yang mendasar.7
    Dia mempelajari hukum selama satu tahun di Universitas Bonn pada usia 18
    tahun dan kemudian pindah ke Universitas Berlin dan karena disana ia banyak
    berhubungan dengan kelompok Hegelian muda maka beberapa unsur dasar sosialnya
    mulai dibentuk, setelah menyelesaikan desertasi doktornya di Universitas yag sama ia
    menjadi pemimpin redaksi surat kabar bernama Rheinishe Zeitung yang merupakan
    surat kabar borjuis liberal yang baru, dimana dalam surat kabar itu mencerminkan
    oposisi borjuis terhadap sisa-sisa sistem Aristokratis Feodal kuno dan
    memperjuangkan gerakan-gerakan petani yang miskin ia menjadi pemimpin surat
    kabar ini.
    Akhirnya setelah mendapat tekanan karena surat kabar yang dipimpinnya ia
    pindah ke Paris, dan ia terlibat dalam gerakan radikal yang mana masa itu Paris
    merupakan pusat liberalisme dan radikalisme sosial dan intelektual yang penting di
    Eropa, dan ia bertemu dengan Friedrich Engels yang menjadi kawan kerjanya sampai
    meninggal dan Marx mendapat banyak bantuan dari Engels berupa informasi
    langsung mengenai gaya hidup langsung borjuis dan proletariat karena Engels adalah
    seorang pengusaha yang sukses (borjuis).
    Pada tahun 1845 Marx diusir oleh pemerintah Paris karena tulisan-tulisan
    Marx yang berbau sosialis kemudian ia pindah menuju Brussel dan tenggelam dalam
    kegiatan-kegiatan sosialis internasional, pada tahun 1846 Marx dan Engels menuju
    Inggris dalam mengikuti komunis league yang menghasilkan manifesto komunis
    7 Doyle Paul jhonson, op cit., h 122
    6
    yang diterbitkan pada tahun 1847, pada tahun 1848 ia kembali ke Paris, dan pindah
    kembali ke London (ingggris) pada tahun 1849, ia menarik diri dari kegiatan
    Revolusioner dan beralih ke kegiatan riset yang lebih rinci tentang peran sistem
    kapitalis, pada tahun 1864 ia kembali terlibat dalam kegiatan politik, bergabung
    dengan “The International” sebuah gerakan buruh International serta mencurahkan
    perhatian dengan gerakan ini selama beberapa tahun, sampai akhirnya
    terjadipwrpecahan dalam gerakan ini pada tahun 1876, kegagalan dalam gerakan
    revolusioner membuat ia ambruk dan wafat pada tahun 1883.8
    B. Pemikiran Ekonomi Marx
    Materialisme Marx dan penekanannya pada sektor ekonomi menyebabkan
    pemikirannya sejalan dengan pemikiran ekonomi lainnya seperti Adam Smith, dan
    David Ricardo, dimana ia memuji premis dasar mereka yang menyatakan bahwa
    tenaga kerja merupakan sumber seluruh kekayaan, dan atas dasar inilah ia
    merumuskan teori nilai tenaga kerj, dimana ia mengatakan “bahwa Keuntungan
    kapitalis menjadi basis eksploitasi tenaga kerja9. Kapitalis melakukan muslihat
    sederhana dengan membayar upah tanaga kerja kurang dari selayaknya yang mereka
    terima, karena mereka menerima upah kurang dari nilai barang yang sebenarnya
    mereka hasilkan dalam suatu periode bekerja, dan nilai surpus ini, disimpan dan
    diinvestasikan kembali oleh kapitalis, yang merupakan basis dari seluruh sistem
    kapitalis. Marx juga juga melukiskan eksploitasi kapitalis terhadap kaum buruh, dan
    ia melihat bahwa ini adalah sebagai unsur kejahatan kapitalisme, maka ia bertekad
    untuk mengadakan perubahan yang radikal, yaitu perubahan dari kapitalis kepada
    sosialis.
    Inti seluruh teori Marx adalah proposisi bahwa kelangsungan hidup manusia
    serta pemenuhan kebutuhannya bergantung pada kegiatan produktif dimana secara
    aktif orang terlibat dalam mengubah lingkungan alamnya. Namun kegiatan produktif
    8 George Ritzer-Doglas J.Godman, Toeri Sosilogi Modern, Kreasindo, Jakarta, 2004., h 32
    9 op cit., h31
    7
    itu mempunyai akibat yang paradoks dan ironis, karena begitu individu mencurahkan
    tenaga kreatifnya itu dalam kegiatan produktif, maka produk dari kegiatan ini
    memiliki sifat sebagai benda obyektif yang terlepas dari manusia yang membuatnya
    Dalam berbagai tulisannya ia mengemukakan bahwa struktur ekonomi
    masyarakat (yaitu, alat-alat produksi dan hubungan-hubungan sosial dalam produksi)
    merupakan dasar yang sebenarnya. Semua institusi sosial lainnya didirikan atas dasar
    ini dan menyesuaikan diri kurang lebih dengan tuntutan-tuntutan dan persyaratanpersyaratan
    yang terdapat dalam struktur ekonomi, dia juga berulang-ulang
    menekankan ketergantungan politik pada struktur ekonomi ini, dan juga berlaku pada
    keluarga, pendidikan, agama, dan institusi sosial lainnya. Sama halnya dengan
    kebudayaan masyarakat, termasuk standar-standar moralitasnya, kepercayaankepercayaan
    agama sistem-sistem filsafat, ideologi politik, dan pola seni serta
    kretivitas sastra, juga mencerminkan pengalaman hidup yang riil dari orang-orang
    dalam hubungan-hubungan ekonomi mereka.10
    Selain menegasakan bahwa ekonomi merupakan dasar masyarakat, tidak
    hendak mengatakan bahwa hanya ekonomi saja yang secara deterministik
    mempengaruhi segi-segi lain kehidupan masyarakat, juga semua proses sosial dalam
    institusi-institusi lainnya atau semua aspek kebudayaan tidak hanya dapat dijelaskan
    sebagai akibat keniscayaan ekonomi.
    C. Teori Sosiologi Marx
    Secara garis besarnya, Marx menawarkan sebuah teori tentang masyarakat
    kapitalis berdasarkan citranya mengenai sifat dasar manusia. Marx yakin bahwa
    manusia pada dasarnya produktif, artinya untuk bertahan hidup manusia perlu bekerja
    di dalam dan dengan alam, dengan bekerja seperti itu maka menghasilkan makanan,
    pakaian, peralatan perumahan, dan kebutuhan lainnya yang memungkinkan mereka
    hidup. Produktivitas mereka bersifat alamiah, yang memungkinkan mereka
    mewujudkan dorongan kreatif mendasar yang mereka milik, dan dorongan ini
    10 Doyle Paul Jhonson., op cit., h 134
    8
    diwujudkan bersama sama dengan orang lain, dengan kata lain bahwa manusia pada
    hakikatnya adalah mahluk sosia, mereka perlu bekerja sama untuk menghasilkan
    segala sesuatu yang mereka perlukan untuk hidup.11
    Dalam perjalanan sejarah, proses alamiah ini dihancurkan, mula mula oleh
    kondisi peralatan masyarakat primitif dan kemudian oleh berbagai tatanan struktural
    yang diciptakan oleh masyarakat selama perjalanan sejarah, dan penghancuran ini
    terjadi paling parah di dalam struktur masyarakat kapitalis (penghancuran proses
    produktif alamiah mencapai titik puncaknya dalam kapitalisme.
    B A B III
    ANALISA PERBANDINGAN ANTARA IBNU KHALDUN DAN MARX
    Sebagaimana kita ketahui dalam suatu analisa perbandingan maka ada dua hal
    yang pasti akan ditemukan yaitu adanya persamaan dan perbedaan maka dalam hal
    ini penulis akan menguraikan persamaan dan perbedaan dari beberapa pokok pokok
    teori sosoilogi ekonomi Ibnu Khaldun dan Karl marx.
    Adapun persamaan persamaan teori sosiologi dan ekonomi antara keduanya
    adalah :
    1. Manusia adalah makhluk sosial
    11 George Ritzer-Douglas j.Goodman., op cit 31
    9
    Dalam Muqaddimah Ibnu Khaldun ia mengatakan bahwa “Perkumpulan
    manusia adalah hal yang penting“12, atau dalam hal ini Ibnu Khaldun mengutarakan
    bahwa manusia adalah makhluk sosial, yang sangat membutuhkan antara satu dan
    lainnya. Begitupun apa yang diutarakan oleh Karl marx bahwa manusia bergantung
    pada kehidupan produktif dimana yang ada ketergantungan antara yang satu dan
    lainnya, dalam mempertahankan hidupnya.
    2. Teori nilai
    Keduannya pun sama dalam mengutarakan teori nilai bahwa nilai sesutu
    adalah terletak pada kerja manusia yang dicurahkan padanya, atau dengan kata lain
    bahwa substansi nilai adalah kerja, marx mengungkapkan bahwa ”kuantitas kerja atau
    waktu kerja primer dalam suatu masyarakat untuk menghasilkan sesuatu sajalah yang
    menentukan kuantitas nilai”
    3. Strata dalam industri
    Ibnu Khaldun dan Karl Marx sama menerangkan bahwa adanya strata yang terdapat
    dalam industri, sedang hal ini menurut Ibnu Khaldun adalah sunnatullah (“auliya
    ba’dukum ba’don”), (“warozaqna ba’dokum fauqo ba’din”)13 yaitu adanya hukum
    sunnatullah yang yang terdapat dalam hal ini, dengan tujuan adanya tolong menolong
    antara strata yang tinggi dan yang rendah.
    4. Hukum pembagian kerja
    Dalam hal ini juga terdapat persamaan antara Ibnu Khaldun dan karl Marx
    dimana ke duanya sangat mengingatkan akan pentingnya kehidupan sosial dimana
    manusia pasti akan membutuhkan yang lain dalam rangka mempertahankan
    hidupnya.
    Sedang perbedaan perbedaan yang terdapat diantara keduanya adalah :
    12 Abdurrahman Ibn khaldun, Muqaddimah, taba’ah muhammad mustafa, mesir, h 41
    13 Abdurrahman Ibnu Khaldun, op cit, h. 390
    10
    1. Dasar pemikiran
    Ibnu khaldun dalam menerangkan teori teori nya selalu didasarkan pada asas
    agama dalam hal ini Al-qur’an dan sunnah seperti dalam menerangkan strata sosial,
    dimana ini adalah sebuah sunnatullah “auliya ba’dukum ba’do” dalam rangka tolong
    menolong antara golongan yang lemah dan golongan yang kuat. Sedang Marx tidak
    berasaskan agama dalam analisa teorinya.
    2. Objek Kajian
    Walaupun banyak kesamaan dalam berbagai teori antara keduanya, tetapi ada
    perbedaan dalam objek kajian antara keduanya, dimana Ibnu Khaldun menitik
    beratkan objek kajianya pada manusia dalam sejarah dan perkembangannya (dari
    primitif sampai modern) dan analisanya banyak dipengaruhi pada masyarakat arab,
    sedangkan Marx menitik beratkan hanya sebatas kadaan kapitalis yang telah terjadi
    dimasanya, Maka dalam hal ini jelas bahwa kajian yang dilakukan Ibnu Khaldun
    lebih luas dibandingkan dengan Karl Marx.
    3. Perbedaan dalam penyelesaian masalah
    Ibnu Khaldun menuntut adanya sebuah badan pengawas dalam hal sosial
    maupun, ekonomi yang dinamakan badan hisbah,14 maka jika ada kedholiman atau
    ada ketidakadilan, badan hisbahlah yang menanganinya (adanya peran pemerintah
    dalam menyelesaikan masalah), sedang marx dalam melihat ketidakadilan yang
    dilakukan kaum kapitalis maka tak lain bahwa yang harus dilakukan adalah hal
    radikal yang berupa konflik dan kontradiksi, karena dengan hal inilah hancurnya
    kapitalisme.
    14 Abdurrahman Ibnu Khaldun, op cit., 225
    11
    B A B IV
    K E S I M P U L A N
    Dari keterangan keterangan yang telah diutarakan penulis diatas maka jelaslah
    ada beberapa kesimpulan dari analisa perbandingan antara teori sosiologi Karl Marx
    dan Ibnu Khaldun yaitu :
    1. Teori teori yang diungkapkan karl Marx, pada umumnya telah diutarakan
    terlebih dahulu oleh Ibnu Khaldun dalam kurun waktu yang cukup jauh yaitu
    5 abad sebelum masa hidup Marx.
    2. Ibnu Khaldun melandaskan agama dalam analisanya, sedang marx tidak
    melandaskan agama dalam analisanya, bahkan menganggapnya sebagai candu
    bagi masyarakat, yang tidak dapat memberikan jalan keluar bagi ketidakadilan
    yang telah dilakukan kaum borjuis
    3. Ibnu Khaldun dan Marx dalam hal ini sama sama ingin memberikan
    pemecahan dalam kehidupan dan masalah sosial, hanya berbeda cara dalam
    penyelesaiannya, dikarenakan berbeda dalam latar belakang pemikirannya.
    12
    Absrtaksi
    Pada umumnya teori Ibnu Khaldun dan marx terdapat beberapa kesamaan,
    tetapi ada juga perbedaannya maka inilah yang menjadi dasar dalam penulisan ini,
    dimana penulis ingin mengutarakan corak pemikiran keduanya, dengan metodologi
    qualitatif (analisa kepustakaan), dimulai dari Riwayat hidup keduanya, sampai
    pemikiran sosiologi ekonomi keduanya dan juga diterangkan perbedaan dan
    persamaan teori antara keduanya dan yang melatar belakangi teorinya, dan diakhiri
    dengan kesimpulan dari analisa perbandingan pemikiran antara keduanya
    13

Top Tags - Weblog

[no tags]

irsangalih

  • Visit irsangalih's Xanga Site
    • Name: irsan
    • Birthday: 12/27/1986
    • Gender: Male
    • Member Since: 7/14/2009

Weblog Archives

Don't worry - your calendar is here… to see it in action just click "Save" above and refresh the page.

About Me

Blogrings

[no blogrings]

Recommended

[no recommendations]

Chatboard (3)

  • syamsulbandung
    ganti fotonya jangan yang hitam putih akh..lebih bagus yang di wordpress fotonya..
  • irsangalih
    kirim sebuah pesan anda
  • irsangalih
    halo